Selayang Pandang

Vaksin dan Imunoterapi mempunyai peran yang penting bagi kesehatan dalam usaha pencegahan dan pengendalian penyakit. Keberhasilan pengendalian penyakit dengan menggunakan vaksin yang sesuai serta ketepatan dan kecermatan dalam penentuan agen untuk produksi vaksin maupun imunoserum memerlukan pemahaman ilmu Vaksinologi dan Imunoterapetika yang mendalam. Kemajuan teknologi vaksin memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas, untuk itu diperlukan usaha edukasi yang lebih handal. Terobosan b aru dibidang bioteknologi memberi harapan bagi pengembangan vaksin yang lebih stabil dan aman.

Sesuai dengan arahan dari Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian RI (November 2005), terutama dengan merebaknya penularan kasus penyakit zoonosis flu burung (avian influensa) dan antraks, maka perlu ditingkatkan penanggulangan penyakit hewan. Pada saat ini di Indonesia terdapat 3000 dokter hewan yang berpendidikan akademik Strata 1. Untuk penyidikan dan penanganan penyakit diperlukan dokter hewan plus, yaitu dokter hewan dengan kualifikasi master dengan latar belakang pendidikan tambahan yang mampu melaksanakan penanganan terhadap penyakit beserta problematikannya di lapangan. Dinas Peternakan ditiap kabupaten membutuhkan sekurang-kurangnya satu orang magister dibidang Vaksinologi dan Imunoterapetika yang sangat diperlukan keahliannya dalam pengendalian penyakit, sehingga dapat digambarkan untuk pulau Jawa saja dibutuhkan lebih kurang 100 orang magister di bidang tersebut (Jawa Timur te rdiri dari 38 kabupaten, Jawa tengah terdiri dari 35 kabupaten, dan Jawa Barat terdiri dari 36 kabupaten), belum termasuk beberapa balai penelitian, yaitu Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH), Balai Penelitian Veteriner (Balitvet), Balai Penelitian Perikanan, dan lain-lain, serta industri vaksin baik pemerintah maupun swasta, biofarma serta industri bioteknologi.

Mengacu pada jumlah kebutuhan diatas maka diharapkan melalui penyelenggaraan Program Magister Vaksinologi dan Imunoterapetika Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga kebutuhan riil tenaga ahli yang bergelar Magister Vaksinologi dan Imunoterapetika di Indonesia dapat segera terpenuhi.

Pendirian program studi Vaksinologi dan Imunoterapi ini bertujuan untuk mengatasi pengendalian penyakit yang bersifat dinamik dengan menyediakan ahli -ahli dalam bidang vaksinologi dan imunoterapi.

Penyelenggaraan Prodi Vaksinologi dan Imunoterapi mengikuti struktur oraganisasi Fakultas Kedokteran Hewan Unair, berada langsung dibawah Fakultas Kedokteran Hewan. Internal management dan fasillitas akademik di Fakultas kedokteran hewan sangat mendukung terselenggaranya prodi ini.

Visi

Menjadi program magister yang mampu mencetak sumber daya manusia yang profesional dan kompetitif ditingkat na sional dan internasional dalam mengembangkan dan menerapkan iptek di bidang Vaksinologi dan Imunoterapetika sehingga mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dengan berlandaskan etika profesi dan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Misi

  1. Mengembangkan konsep keilmuan dibidang Vaksinologi dan Imunoterapetika
  2. Menyelenggarakan pendidikan dibidang Vaksinologi dan Imunoterapetika
  3. Menggali dan menyelenggarakan penelitian dibidang Vaksinologi dan Imunoterapetika yang bersifat inovatif dan kreatif yang menunjang pengembangan industri vaksin dan imunoterapetika.