Selayang Pandang

Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan berjalan sangat pesat. Deteksi penyebab penyakit dan proses patogenesis telah dapat mencapai tingkat reaksi molekular dan genetik. Kecanggihan diagnosis dapat membuktikan secara akurat diferensiasi penyakit dan tingkat keparahan penyakit yang membawa konsekuensi perbedaan pemilihan obat untuk penyakit yang semula diduga sama karena secara fenotip tanda penyakit serupa atau sama. Kemajuan ini membawa pada pesatnya perkembangan produk obat dengan target terapi spesifik namun juga kompleknya problema obat termasuk pemilihan obat dengan tuntutan jaminan keamanan dan efikasi yang tinggi dan pertimbangan farmakoekonomi biaya obat.
Outcome terapi tidak lagi hanya diukur dari efek farmakologik dan tanda klinik laboratorik, tetapi aspek holistik individu pasien yaitu kualitas hidup (quality of life), morbiditas dan mortalitas. Selain itu meningkatnya kesadaran hukum dari pasien akan hak mendapatkan terapi yang aman dan efektif bagi dirinya ini semua memberikan akibat tuntutan akan perlunya profesionalisme berkualitas tinggi yang selalu melakukan pembaharuan keilmuan dan pengalaman bagi tim layanan kesehatan termasuk didalamnya ialah farmasis Bidang medis klinis sudah lama mengembangkan profesionalismenya dari pendidikan dokter umum ke dokter spesialis kemudian ke sub-sub spesialisasi keahlian. Profesi farmasi sebagai bagian tim layanan kesehatan seharusnya berjalan seiring dengan perkembangan tersebut. Acuan global menunjukkan di LN telah lama eksis post graduate professional farmasi dengan program studi Master of Clin.Pharm dan jenjang Doctor of Clin. Pharm dan Program Spesialisasi Farmasi a.l. Pharmacy Specialist (M.Clin Pharm Spesialist Oncology, M.Clin.Pharm Specialist Geriatry dsb).
Dengan posisi Fakultas Farmasi Unair yang telah merintis pendidikan pasca sarjana SPFRS sejak 1991 (SK No. 73/DIKTI/Kep/1991) bersama Fakultas Kedokteran sebagai mitra pendidikan medis-klinis serta adanya Rumah Sakit Pendidikan Dr. Soetomo (keadaan kini berkapasitas 1600 beds dengan 32 sub-spesialisasi penyakit) maka sudah seharusnya tanggap terhadap tuntutan perkembangan profesionalisme farmasis tersebut .
Dengan dasar pemikiran itulah Fakultas Farmasi Unair melakukan efisiensi dan relevansi pendidikan membuka Program Studi Magister Farmasi Klinik dan Spesialisasi Farmasi ( peminatan khusus ) yang dapat ditempuh sebagai single maupun combined degree.