Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru

Toward World Class Universty

  • 2401,2019

    4 Mahasiswa Teknik Lingkungan UNAIR Isi Liburan dengan Membuat 15 Biogas

    membuat-15-biogas-isi-liburan-4-mahasiswa-teknik-lingkungan-unair-1.jpegMasyarakat, anggota Komunitas Energinesia, dan volunteer bersama-sama membangun biogas. (Dok. Pribadi)

    UNAIR NEWS –  4 orang mahasiswa Teknik Lingkungan (TL) Universitas Airlangga (UNAIR) jadi volunteer kegiatan pembangunan 15 unit biogas di desa dekat lereng Gunung Lawu. Kegiatan dengan nama ‘Energi Bangkit Negeri #1 (EBN #1) ini dilaksanakan oleh Komunitas Energinesia selama 6 hari sampai awal tahun 2019 (02/01).

    Wildani Mahmudah ditemani ketiga temannya, Shella Azen, Dhany Damayanti, dan Ummul Zata Farahiyah bersama Komunitas Energinesia merealisasikan program yang telah direncanakan.

    “Komunitas yang bergerak di bidang lingkungan ini merancang program yang berfokus mengenai ketersediaan dan kesinambungan energi di masyarakat, sehingga mandiri energi bisa tercapai,” jelas Wildani.

    Berlangsung di Desa Ploso, Kabupaten Ngawi, dengan pemilihan yang tidak sembarangan program ini diaplikasikan. Pasalnya, desa petani dan peternak tersebut memiliki potensi energi yang dirasa bisa dimanfaatkan secara mandiri yaitu kotoran sapi untuk biogas.

    Memelihara sapi memang mempunyai banyak manfaat tetapi tetap harus ada yang diperhatikan yaitu kotorannya. Kotoran sapi tersebut mengandung gas metana yang memiliki sifat efek rumah kaca yang lebih merusak daripada karbondioksida.

    “Dengan pembangunan biogas ini selain renewable energy juga turut serta meminimalisir efek pemanasan global,” ungkap mahasiswa semester 3 ini.

    Selama 6 hari tersebut, menurut Wildani, ia merasa sangat puas. Tujuannya mengikuti acara ini yakni agar lebih tau cara bikin biogas. Terlebih dahulu ia dapat melihat pembuatannya secara langsung.

    Tak hanya belajar membuat biogas, 4 volunteer dari UNAIR bersama 34 lainnya berkesempatan merasakan kearifan lokal masyarakat Ploso dan kekeluargaan antar sesana di sana.

    “Kita sebagai volunteer di sana juga diajari. Apa itu makna gotong royong yang sudah jarang dilihat di perkotaan. Apalagi kita juga diajak ke wisata Srambang Park tanpa harus mengeluarkan uang,” tutur Wildani.

    Foto bersama: Komunitas Energinesia dan volunteer yang ikut serta dalam membangun 15 unit biogas. (Dok. Pribadi)

    Ketika ditanya pelajaran yang bisa didapatkan setelah mengikuti kegiatan, ia sekarang tau bahwa lebih mudah bicara daripada bertindak, dan terkadang teori berbeda ketika dipraktikkan. Sama halnya saat melihat model biogas. Sepertinya mudah dibuat. Ternyata dalam proses pembuatan pasti ada saja hambatannya.

    Harapan Wildani ke depan yaitu akan ada lagi acara serupa dan banyak digiatkan di seluruh indonesia. Mengingat, keuntungan yang didapat luar biasa.

     

    “Saya bersyukur bisa bergabung dalam EBN#1 ini. Semua ilmunya sangat bermanfaat. Terima kasih Energinesia,” ungkapnya di akhir. (*)

Copyrights © 2018 DSI-UNAIR. All rights reserved.